Keindahanadalah bagian dari kehidupan manusia yang merupakan kebutuhan kodrati.Karena itu, manusia brusaha menciptakan keindahan untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan,manusia berkreativitas menghasilkan karya cipta,karya cipta itu di dasari dan di pengaruhi oleh pengalaman hidup atau oleh kenyataan yang terjadi dalam masyarakat.
1 keindahan dalam arti luas. 2. keindahan dalam arti estetis murni. 3. keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan. Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang
Keindahanyang merupakan karya cipta manusia itu dibatasi oleh ruang dan waktu. Meskipun keindahan karya cipta manusia itu universal, akibat pemaknaannya akan berbeda. Renungan atau pemikiran yang berhubungan dengan keindahan atau penciptaan keindahan " Keindahan " pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan
Keindahanyang berarti sesuatu yang baik, menyenangkan, ilmu yang indah, kebajikan yang indah atau sebagai bentuk yang indah. Keindahan sangat berhubungan erat dengan manusia, seni, keserasian, kehlusan. Kata orang tanpa ada keindahan adalah manusia yang mati sebelum waktunya. Bisa jadi, karena keindahan adalah pelengkap hidup manusia.
Semuakarya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat. Manusia dan keindahan/seni memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pentingnya Keindahan dalam Kehidupan Manusia dari Sudut Pandang SpiritualitasSesungguhnya Allah itu Indah dan menyukai keindahan Di kehidupan yang serba chaos, berantakan ini, tak heran jika kita akan selalu merindukan keindahan di sekitar kita, entah itu dari sudut yang nampak, suasana hati atau yang cukup untuk melegakan perasaan dan hati kita. Manusia tidak akan bisa lepas dari keindahan dan merindukan keindahan, sebagaimana Tuhan itu Indah dan mencintai keindahan. Memang memaknai keindahan akan sangat kompleks karena keabstrakan dan keluasannya, tetapi di sisi lain ia juga sangat jelas dan nyata. Mari kita lihat bagaimana keindahan dan perannya sebagai kekuatan kreatif creative force ataupun dari sisi praktis kekuatan kreatif, Keindahan membantu manusia memutuskan sekat-sekat intelejensinya atau pikiran diskursifnya menuju kehampaan, yang menjadi tujuan dari setiap suluk atau perjalanan spiritual. Dikatakan bahwa keindahan menjadi esensial bagi kehidupan spiritual karena ia membantu memutus rajutan benak diskursif dan menembus usaha ego dalam merajut jubah lain bagi dirinya agar keluar dari benang-benang doktrin. Dengan nafas kedermawanannya, keindahan mampu melunturkan sikap kaku dan tertutup dari ego diri.[1] Dan tentunya ini bukan pekerjaan yang mudah sebab sifat ego, sentimen, merupakan tabiat manusia yang sukar untuk diluluhkan baca transformasi. Ego selalu punya caranya sendiri yang licik dan halus untuk selalu dari aspek tertentu juga sangat erat kaitannya dengan cinta. Banyak Sufi mengungkapkan keterkaitan ini dalam karya mereka. Salah satunya adalah al-Ghazali yang dalam karyanya Kimia Kebahagiaan merelasikan keindahan dan cinta, dimana ketika cinta memiliki peringkat, maka demikian pula dengan keindahan. Dan jika Tuhan mencintai keindahan, tentu keindahan yang dimaksud adalah keindahan yang berkaitan dengan tujuan-tujuan ilahiah penciptaan. Merujuk pada hadis yang sering disitir oleh para Sufi “ Aku adalah harta tersembunyi, aku cinta untuk dikenal”, cinta yang dikaitkan dengan harta karun tersembunyi adalah pengetahuan ilm Tuhan yang tak terhingga. Karena itu keindahan, sebagaimana pengetahuan yang bertingkat, juga memiliki bagi mereka pembicaraan tentang keindahan adalah pembicaraan tentang cinta, begitu pula sebaliknya. Aspek dari keindahan, dalam Tuhan, sangat primer dalam konteks cinta spiritual. Cinta mengimplikasikan hasrat memiliki dan penyatuan. Dalam makna langsungnya, mencintai Tuhan, jika bukan berarti menginginkan untuk memiliki-Nya, setidaknya menginginkan mengalami kehadiran-Nya dan kasih-Nya. Akhirnya, berhasrat bersatu dengan-Nya sebagai puncak tertinggi dari keindahan. Kecenderungan ini juga membantu kita mengungkap bagaimana keindahan sangat dekat dengan aspek pemujaan dan kecintaan. Hal ini menantang dan sering disorot oleh para penulis Sufi melalui ekspresi puitis mereka. Sebagai contoh, salah satu perangkap tersebut dengan sangat indahnya diungkapkan oleh Syekh Abū’l- Hasan Najjār seperti yang dikutip oleh seorang penyair besar, Jāmī, ketika ia mengatakan bahwaSetiap orang sebenarnya adalah penyembah berhala, yaitu menyembah yang tercinta ma’syūq. Ketika musim semi adalah idolaku, itu berarti aku mencintai musim semi. Ketika musim panas datang dan semua bunga-bunga bermekaran, aku terdorong untuk melihat bunga-bunga untuk menenangkan mataku. Ketika aku pergi ke Gazargah [taman bukit indah di luar Herat], maka aku menyaksikan bunga tulip yang indah di berbentuk cangkir, dimana tidak ada lagi yang lebih indah darinya. Meskipun penekanan estetis dihasilkan dari kemungkinan adanya pemberhalaan tersebut, penekanan ini bermaksud berhati-hati terhadap setiap godaan yang menyertainya dengan cara menolak semua hiburan inderawi seperti kaum estetisisme. Namun, perspektif gnosis mendasarkan diri pada fakta bahwa kesenangan meski demikian dapat menjadi pembuka kepada intuisi kebenaran dan memperdalam kebajikan. Walaupun di sisi lain kesenangan yang membawa manusia dekat pada Tuhan tidak cukup mendalam dibandingkan penderitaan, dan mungkin dalam beberapa hal lebih intensif. Ketika seseorang dirundung masalah, kemudian ia mampu keluar dari masalah peliknya itu, maka di satu sisi penderitan itu akan lebih mudah diingat, di samping itu dia juga sebenarnya menyaksikan bagaimana keindahan itu bekerja. Penyaksiannya terhadap penderitaannya dan keberalihannya pada sesuatu yang lain akan memberikan cahaya keindahan di dalamnya. 1 2 3 4 5 Lihat Fiksiana Selengkapnya
KEINDAHAN DAN KEBURUKAN KEBUDAYAAN Oleh Iswadi, Thousand. Pd Pendidikan Guru Sekolah Dasar Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan KEINDAHAN DAN KEBUDAYAAN Titus, Smit dan Nolan, 1979 • Pengertian Keindahan atau estetika berasal dari bahasa Yunani yang berarti merasakan to sense atau to perceive. Keindahan atau sering disebut juga Beauty adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang jika melihatnya. Keindahan juga dapat memberikan kita rasa keingintahuan tentang hal tersebut semakin terus bertambah Pengalaman keindahan termasuk ke dalam tingkat persepsi dalam pengalaman manusia, biasanya bersifat visual terlihat atau terdengar auditory. Titus, Smit dan Nolan, 1979 Keindahan juga identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya memiliki nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang bertambah, yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, yang tidak terikat oleh selera perorangan, waktu dan tempat, selera mode, dan kedaerahan. ESTETIKA DAN ESTETIS Gie, 1996 17 Estetika merupakan cabang dari filsafat atau biasanya disebut dengan filsafat keindahan. Pada mulanya estetika disebut dengan istilah keindahan dazzler. Sementara istilah estetika baru digunakan sekitar abad ke- xviii. Akar kata dazzler berasal dari kata Latin bellum dan akar katanya adalah bonum yang berarti kebaikan. Bonum kemudian mempunyai bentuk pengecilan bonellum yang kemudian dipendekkan menjadi bellum, sehingga makna beuty berhubungan dengan pengertian kebaikan. Gie, 1996 17 Atas dasar pengertian tersebut , objek estetik meliputi ; • Rasa keindahan • Sifat keindahan • Norma keindahan • Cara menanggapi keindahan • Cara membandingkannya Gie, 1996 17 Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Penyerapan tersebut bisa berupa visualisasi menurut penglihatan, secara audial menurut pendengaran, dan juga secara intelektual menurut keindahan. menikmati keindahan tidak hanya soal melihatnya saja, tetapi juga memahami secara cermat, menyelami makna dalam keindahan tersebut serta mengolahnya melalui kecerdasan intelektual yang dimiliki manusia sebagai penikmat keindahan. SIFAT KEINDAHAN Gie, 1996 17 Ø Keindahan itu kebenaran bukan tiruan Ø Keindahan itu abadi tidak pernah dilupakan Ø Keindahan mempunyai daya tarik menyenangkan, memikat perhatian orang, tidak membosankan Ø Keindahan itu universal tidak terikat dengan selera perseorangan, waktu dan tempat Ø Keindahan itu wajar tidak berlebihan dan tidak pula kurang atau menurut apa adanya Ø Keindahan itu kenikmatan kesenangan yang memberikan kepuasan Ø Keindahan itu kebiasaan dilakukan berulang-ulang. Yang tidak biasa dan tidak indah namun karena dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi biasa dan indah Gie, 1996 17 Selain objek yang melekat pada diri manusia ada pula objek yang diluar dari diri manusia berupa ciptaan manusia dan ciptahan tuhan yang maha kuasa • Cipta manusia, yaitu produk budaya sebagai pantulan rasa keindahan pada diri manusia yang bersifat relatif karna terbatas oleh tempat dan waktu. • Ciptaan tuhan yang maha kuasa, yaitu produk kekuasaan tuhan yang bersifat mutlak dan diakui oleh semua orang KEINDAHAN DAN KEBUDAYAAN Soerjanto Poespowardojo, 1993 Hubungan Dengan Kebudayaan Budaya secara harfiah berasal dari bahasa latin yaitu colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengelolah, memelihara ladang Adapun menurut istilah kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena kebudayaan tercipta dari hasil rasa, karya, karsa dan cipta masnusia yang kesemuannya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia. Tak ada makhluk lain yang memiliki anugrah yang itu sehingga kebudayaan merupakan sesuatu yang agung dan mahal. KEINDAHAN DALAM KEBUDAYAAN Soerjanto Poespowardojo, 1993 Keindahan dalam kebudayaan merupakan keindahan sebagai salah satu sifat manusia dalam karya cipta manusia. Didalam kebudayaan memiliki nilai estetika yang sangatlah enak dipandang, dan didalamnya kebudayaan memiliki keindahn yang mewakili sifat-sifat dari keindahan tersebut. Dan biasanya orang-orang banyak melihat keindahan yang ditampilkan melalui kesenian dari kebudayaan tersebut Kebudayaan merupakan suatu kekayaan yang sangat bernilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga menjadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah. KEINDAHAN DAN KARYA CIPTA Soerjanto Poespowardojo, 1993 Kontemplasi dan Estansi Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah, Sesuatu yang indah itu memikat atau menarik perhatian orang yang melihat, mendengar KEINDAHAN KESERASIAN DAN KEHALUSAN Soerjanto Poespowardojo, 1993 • keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Semua manusia membutuhkan keindahan. Dalam keindahan tercermin unsur keserasian dan kehalusan. • Keserasian adalah kemampuan menata sesuatu yang dapat dinikmati orang lain karena indah. Keserasian itu dikatakan indah karena cocok, sesuai, pantas, serta keterpaduan beberapa kualitas. • Kehalusan adalah kemampuan menciptakan sikap, perilaku, perbuatan, tutur kata, ataupun cara berbusana yang menyenangkan, menarik perhatian, dan mengembirakan orang lain. Kehalusan itu dikatakan indah karena lemah lembut, rendah hati, sopan santun, baik budi bahasa, beradab, serta bermoral. KREATIFITAS DAN KARYA CIPTA Soerjanto Poespowardojo, 1993 Keindahan adalah bagian dari kehidupan manusia yang merupakan kebutuhan kodrat. Karena itu, manusia berusaha menciptakan keindahan untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan, manusia beraktivitas menghasilkan karya cipta itu di dasari dan di pengaruhi oleh pengalaman hidup atau oleh kenyataan yang terjadi dalam masyarakat. Soerjanto Poespowardojo, 1993 Tujuannya dapat dilihat dari segi nilai kehidupan manusia dan manfaat bagi manusia secara kodrat dan tujuan para penulis menciptakan keindahan dan sekaligus mengungkapkan keburukan melalui karya cipta mereka • Nilai dan Sistem nilai yang sudah using • Kemerosotan Moral • Penderitaan Manusia • Diskriminasi atau asal usul • Keagungan Tuhan PENGARUH KEINDAHAN PADA JIWA MANUSIA Soerjanto Poespowardojo, 1993 Pengaruh atau peran dari keindahan yang mempunyai daya tarik yang sangat kuat mengakibatkan berubahnya situasi dan kondisi pada diri manusia, dampak dari keindahan dapat sangat dirasakan oleh manusia, keindahan bisa mengubah suasana yang tidak nyaman bisa menjadi nyaman, dapat menghilangkan galau, bahkan dengan seringnya kita melihat keindahan maka kesehatan jiwa kita akan sangat bagus, bahkan sugestinya baik pada tubuh dan psikologis kita. KELEMAHAN DARI KEANEKARAGAMAN BUDAYA DI Indonesia Risma Widiyati, 2003 ØKesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih baik praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berartibudaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meninggalkan ciri khas dari budaya tersebut. ØPembelajaran tentang budaya harus di tanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangaun budaya bangsa serta bagaimana cara mengadaptasi budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Risma Widiyati, 2003 Ø Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dinut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa. Ø Walaupun Indonesia kaya akan keanekaragaman Bahasa tetapi tidak satupun yang menjadi bahasa Internasional. Ø Pemerintah kurang perhatian terhadap kekayaan kebudayaan di Indonesia dan kurangnya sarana untuk menampilkan budaya asli Indonesia kepada masyarakat luas. Republic of indonesia memang kaya akan kebudayaan seperti tarian, lagu, dan masih banyak lagi. Tetapi seiring itu banyak kebudayaan indonesia di klaim oleh negara lain Reog Ponorogo dan Lagu Rasa Sayange yang di klaim oleh negara Malaysia KEKURANGAN DARI KEANEKARAGAMAN BUDAYA DI INDONESIA Arsyizkia, 2009 Ø Minimnya Komunikasi Budaya Kurangnya Komunikasi tentang kebudayaan bangsa Indonesia adalah sebuah hambatan yang harus diselesaikan, sebagai bangsa Indonesia seharusnya kita harus lebih proaktif untuk mempromosikan kebudayaan bangsa kita bahwa bangsa Indonesia itu kaya akan keanekaragaman budayanya. Adapun minimnya komunikasi sering terjadi perselisihan antar suku yang dapat berdampak turunnya ketahanan budaya nasional karena banyak terjadi kesalahpahaman tentang apa yang dianut. Ø Kurangnya Pembelajaran budaya. Peran masyarakat terutama orang tua serta pemerintah sangat penting disini seperti mungkin memberiikan pengetahuan wawasan kebudayaan lokal kepada para anak – anak sehingga mereka biasa mencintai kebudayaan mereka sendiri dibandingkan dengan kebudayaan asing, dengan begitu maka kebudayaan lokal bisa tetap lestari sampai kapanpun dan tetap utuh. Arsyizkia, 2009 Ø Kesadaran Masyarakat. Kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal sekarang ini masih dibilang sangat minim, karena mungkin masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih trendy atau praktis sehingga kebudayaan luar sesuai dengan perkembangan zaman pada saat ini. Tetapi bahwasanya banyak budaya – budaya asing yang datang tidak sesuai dengan kepribadian suatu bangsa dan dapat merusak para generasi muda pada sekarang ini. Ø Pengaruh Globalisasi. Pengaruh globalisasi dapat mengakibatkan budaya luar yang tidak cocok dapat menjadi suatu kebudayaan yang bisa masuk kedalam kebudayaan bangsa Republic of indonesia dan itu sangat berdampak negatif pada kebudayaan lokal seperti sekarang ini banyak generasi – generasi muda sudah mulai meninggalkan kebudayaan lokal karena mereka menganggap kebudayaan lokal masih bersifat kuno dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman modern seperti pada saat ini. ADA PERTANYAAN ? KESIMPULAN Keindahan adalah kebenaran, dan kebenaran adalah keindahan. ebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena kebudayaan tercipta dari hasil rasa, karya, karsa dan cipta masnusia yang kesemuannya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia. Keindahan dalam kebudayaan merupakan keindahan sebagai salah satu sifat manusia dalam karya cipta manusia. Minimnya Komunikasi Budaya Kurangnya Komunikasi tentang kebudayaan bangsa Indonesia adalah sebuah hambatan yang harus diselesaikan, Kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal sekarang ini masih dibilang sangat minim, karena mungkin masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih trendy atau praktis sehingga kebudayaan luar sesuai dengan perkembangan zaman pada saat ini.
keindahan berhubungan dengan karya cipta manusia karena